Papua Storyteller

Loading...

Kamis, 16 Juni 2011

Media demi pewartaan Hati Kudus Yesus

Ah, ini sudah. Gambar ini sangat bagus,” tutur Fr. Robert Spania, MSC sambil tersenyum memandang gambar hasil fotonya pada kamera foto Nikkon D40X. Pastor asal Negara Papua New Gunea ini terlihat serius bangga memandang gambar hasil jepretannya sambil tersenyum puas.

Lain halnya dengan Fr. Joni Astanto Sulvisius, MSC yang terlihat serius mencari sudut bidik atas bunga kembang sepatu yang hendak dipotretnya. Pastor asal Indonesia ini tampak tidak terlalu puas dengan hasil jepretannya dan beberapa kali melakukan pemotretan ulang atas bunga kembang sepatu yang terdapat di taman Communication Fondation for Asia di Sta Mesa, Manila-Philippines.


Sementara disisi lain, terlihat Fr. Vianny Untu, MSC dan Fr. Ipasio Sionepoe, MSC tampak sibuk mengotak-atik laptop untuk membuat blog di wordpress site.  Fr. Vianny Untu, MSC terlihat tersenyum gembira dan tampak bersemangat membuat blog. Sesekali Fr. Vianny Untu, MSC membawa laptopnya ke meja fasilitator untuk bertanya sesuatu.

Inilah kisah peserta “MSC media Trainig” di Communication Fondation for Asia, 4427 Old Sta Mesa, St. Sta Mesa, Manila-Philippiness.

Training yang diselenggarakan oleh sekretaris MSC Asia dan Pasifik, dihadiri oleh 13 peserta anggota MSC beberapa Negara, seperti Indonesia, PNG, Australia, Philipina, Jepang dan India ini bertujuan untuk membangun jaringan kerja media antara anggota MSC di wilayah Asia dan Pasifik untuk mewartakan spiritualitas Hati Kudus Yesus. Dalam kata sambutannya, Fr. Alo Lamere, MSC sebagai Sekretaris MSC Asia dan Pasifik, menegaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun jaringan komunikasi diantar MSC Apia dan bagaimana menggunakan media untuk pewartaan spiritualitas Hati Yesus ke seluruh dunia. “Training ini pada dasarnya untuk melatih diri kita untuk tahu memanfaatkan media sebagai sarana pewartaan tentang spiritualitas Hati Kudus Yesus”, tutur Fr. Alo.

Kegiatan “MSC Media Training” ini berlangsung pada tanggal 12-17 Oktober 2009 ini dimulai dengan pembahasan tentang membuat wordpress site design basic sampai dengan photography dan videography. Menurut fasilitator training, Fr. Stephen Cuyor, MSC bahwa sudah saatnya kita sebagai pewarta spiritualitas Hati Kudus Yesus memanfaatkan media komunikasi, seperti wordpress site  dan photography atau videography dalam pewartaan.

“Kalau kita perhatikan dalam kehidupan harian kita, terlihat dengan jelas bahwa banyak orang lebih suka berjam-jam duduk di depan computer sambil mengakses internet dan tidak terlalu berminat untuk berlama-lama di gereja. Atau kita bisa membandingkan antara kehadiran orang di Gereja dalam mengikuti perayaan ekaristi sangat sedikit daripada di warnet yang banyak, bahkan antri dalam menunggu giliran mengakses internet. Ini adalah dunia kini.” Tuturnya. Lebih lanjut, Fr. Stephen menegaskan bahwa “melihat situasi dunia di atas, para pewarta Hati Kudus Yesus dituntut untuk mengusai media masa dalam mewartakan spiritualitas Hati Kudus Yesus sebagaimana dalam kitab suci.


1 komentar:

  1. Tulisan yang menarik. Ingin belajar buat deskripsi dan narasi seperti gaya menulisnya kak di blog ini.

    http://aukitekege.blogspot.com

    BalasHapus