Papua Storyteller

Loading...

Jumat, 17 Juni 2011

HUT ke- 84 WKRI: Dengan hati kita berkarya, dengan foto kita berkata

Jakarta, 12 Juli 2008: Matahari baru saja menyapa jagat, kala itu mobil  kijang B8767JQ yang membawa rombongan ibu-ibu WKRI Cabang Bunda Hati Kudus Kemakmuran, berhenti di depan Gereja Regina Caeli, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Hari ini, 12 Juli 2008, Wanita Katolik Republik Indonesia  merayakan HUT ke-84.  “Kami berkumpul di sini (baca: Gereja Regina Caeli) untuk merayakan HUT WKRI ke-84. Selama ini kami telah berkarya dengan hati dan dengan foto kami berkata.  Kami sadar semuanya ini adalah rahmat dari Tuhan. Oleh karena itu, kami mau bersyukur dalam misa syukur di Gereja Regina Caeli ini”, tutur Ibu Mariani Tarigan, Koordinator Presedium WKRI. WKRI Daerah Jakarta sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang bercirikhas Katolik dalam HUTnya ke 84 ini memilih tema “Menjadikan Kekuatan Moral dan Sosial sebagai Sikap Dasar Wanita Katolik Republik Indonesia”. Tema ini adalah hasil rekfeksi atas karya-karya WKRI, khususnya Daerah Jakarta selama ini.


Dengan Hati kami berkarya, dengan foto kami berkata

Dalam rangkah mewujudkan tema itu, WKRI Daerah Jakarta melakukan sejumlah kegiatan social kemasyarakata, seperti pelayanan kesehatan, penambahan gisi balita, pembangunan MCK, dialog penyalagunaan narkoba dan operasi mata katarak. Menurut Ibu Agnes Angelina T, anggota WKRI Cabang Bunda Hati Kudus Kemakmuran, “kami telah melakukan sejumlah kegiatan bakti social. Dalam kegiatan itu, kami belajar untuk menghadirkan berkat cinta Tuhan kepada sesama yang membutuhkan, seperti mengubah sampah menjadi berkat.” Lebih lanjut ditegaskan oleh Ibu Marisstella Miranda, Ketua Umum Panitia HUT, guna memberdayakan unit-unit terkecil Wanita Katolik Republik Indonesia hadir bersama masyarakat saat mereka membutuhkan bantuan, seperti menolong korban banjir, ikut bakti social, menata keadaan akibat gempa dan bencana banjir, memperhatikan mereka yang terpinggirkan, sakit-sakitan, kekurangan gizi, dan membutuhkan perhatian (anak-anak jalanan, yatim piatu, dan kaum lanjut usia dan kegiatan social kemanusiaan lainnya.Sejumlah kegiatan ini diabadikan dalam foto-foto yang dipamerkan di depan Gereja Regina Caeli. Begitu terpesonanya dengan karya-karya WKRI Cabang Jakarta ini, Ibu Mariani Tarigan mengungkapkan mutiara hatinya, “Ku terpesona menatap karya indah dan menawan, gemilang pancaran cahaya nan rupawan wahai Cabang-cabang rela berkorban, ‘tuk tampilan karya pada pameran. Terima kasihku padamu sahabat, atas jerih payah yang bermanfaat. Ku doa agar diberi berkat, karena limpah kasih-Nya penuh rahmat. Puji syukur pada Tuhan yang Esa, untuk rahmat penuh makna. Dengan hati kita berkarya, dengan foto kita berkata”. Dengan pelbagai karya social ini WKRI Daerah Jakrat selalu melayani dengan spirit imam dan hati. Karena Tuhan Yesus telah mengajarkan itu. Melayani dengan hati tanpa menuntut balas adalah semat hati para anggota WKRI.

Menjadikan Kekuatan Moral dan social sebagai sikap dasar WKRI

Mengapa demikian? Karena “Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada umat-Nya, bahwa Ia prihatin dengan kaum pendosa dan situasi ketidakadilan yang dialami masyarakat. Dan Ia mau menyelamatkan umat-Nya dari keberdosaan mereka, dari situasi ketidakadilan dan kemiskinan yang dialami. “ Ungkap Kardinal Julius Darmatmadja, SJ, Uskup Agung Jakarta, yang berusaha menegukan semangat hidup WKRI saat berkhotbah dalam perayaan misa syukur HUT WKRI ke-84 di Gereja Regina Caeli.  Lebih lanjut Kardinal menegaskan bahwa pada zaman ini, khususnya di Indonesia, kita juga mengalami masalah kemiskinan akibat ketidakadilan yang dibuat oleh korupsi para pejabat. Di pelbagai media masa, kita mendengar, melihat dan membaca berita tentang penangkapan pejabat-pejabat Negara yang korupsi.  Sehingga kita membutuhkan kekuatan moral dan social untuk melawan penyakit sosiali, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme ini. Kita harus menjadikan kekuatan moral dan social sebagai sikap dasar WKRI. Kardinal Julius Darmaatmadja, SJ dalam mempersembahkan misa syukur HUT  ke- 84 WKRI ini didampingi oleh Romo Th. S. Sarjumunarsa, SJ, penasehat Rohanis DPD Jakarta, dan Romo Felix Supranto, SS.CC, Pastor Kepala Paroki Regina Caeli. Misa syukur ini dimeriakan oleh paduan suara gabungan WKRI dan Didid SSS. Perayaan misa berjalan dengan penih hikmat. Ada beberapa ibu WKRI yang turut hadir dalam misa meneteskan air mata dikala Didis SSS menyanyikan lagi “Give Thanks” dengan saxsafonnya.

Semuanya untuk Tuhan & Sesama

“Pelbagai kegiatan social dan misa syukur dipersembahkan untuk Tuhan dan sesama”, tutur salah seorang ibu dari Paroki Katedral  kepada Hati Baru. Perayaan misa syukur kemudian dilanjutkan dengan acara rama tama yang dimeriakan oleh Once, vokalis Band Dewa, Cica, AVI Junior dan Ketoprak Humor dari Sanggar Budaya Seguntaria. Acara rama tama yang berlangsung hampir dua jam itu terasa sangat akrap penuh persaudaraan. “Acara ini dirancang selaian sebagai ucapan syukur, juga sebagai ajang ketemu dan sharing pengalaman masing-masing cabang WKRI Daerah Jakarta”, tutur Ibu Lanny Theresia, WKRI Cabang BHK. Terima kasih Tuhan atas perlindungan dan tuntunan-Mu, Amin.* (Wensi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar