Minggu, 13 Mei 2012
Sabtu, 12 Mei 2012
Peace Jurnalism
Dov Shinar and Wilhelm Kempf (eds)
Peace journalism: The state of the art
Berlin: Regener, 2007
ISBN: 978-3-936014-12-9
Peace journalism: The state of the art
Berlin: Regener, 2007
ISBN: 978-3-936014-12-9
This is a wonderful text
that captures both the strengths and weaknesses of the current debate
over peace journalism. The range of themes, practical strategies and
theoretical approaches explored is particularly impressive. Annabel
McGoldrick begins by examining ways in which prevalent conventions of
journalistic objectivity, in fact, predispose coverage of conflict in
favour of war. Only through a commitment to the principles of peace
journalism (embedded in the liberal theory of press freedom) can the
mainstream bias towards war journalism be challenged, according to
McGoldrick.
Kamis, 10 Mei 2012
Pesan Paus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46
Pesan Paus
pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46
Pesan Bapa
Suci Benediktus XVI
untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46
untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-46
Keheningan
dan Kata: Jalan Evangelisasi
20
Mei 2012
Saudara dan Saudariku yang terkasih,
Menjelang hari Komunikasi Sedunia
tahun 2012, saya ingin berbagi dengan anda beberapa permenungan tentang salah
satu aspek dari proses komunikasi manusia yang meskipun penting, sering
diabaikan, dan kini tampaknya sangat perlu untuk diingat. Ini menyangkut
hubungan antara keheningan dan kata: dua aspek komunikasi yang perlu
dipertahankan agar tetap berimbang, untuk diterapkan secara bergantian
dan diintegrasikan satu sama lain jika ingin mencapai dialog yang otentik dan
hubungan kedekatan yang mendalam di antara manusia. Ketika kata dan keheningan
terpisah satu dengan yang lain, komunikasi menjadi putus entah karena
keterpisahan itu menimbulkan kebingungan atau karena, sebaliknya,
menciptakan suasana dingin. Namun apabila mereka saling melengkapi, komunikasi
memperoleh nilai dan makna.
Rabu, 09 Mei 2012
Menjadi Orang Indonesia
Menjadi orang
Indonesia: Pemindahan anak dari Timor Timur[1]
Oleh Dr Helene van Klinken
Biliki
Ketika pemboman oleh tentara
Indonesia diintensifikasikan pada tanun 1977, Biliki bersama keluarganya dan
penduduk desa yang lain mengungsi ke hutan. Setahun kemudian rakyat dipaksa
menyerah. Mereka ditempatkan di kamp konsentrasi di Ainaro. Di situlah seorang
perwira Kopassus melihat Biliki dan memutuskan untuk membawa dia ke Indonesia.
Tentara itu memberi Biliki makanan dan pakaian. Dia memberitahu orangtua Biliki
bahwa dia akan membawa anaknya ke Indonesia dan mendidik dia di situ. Seperti
tentara yang lain, dia hampir pasti mengatakan kepada orangtua Biliki bahwa
mereka tidak akan mampu mendidik dan merawat anaknya dengan baik, dan
menyinggung kepada hal bahwa akibat dari perlawanan mereka terhadap Indonesia
akan menyulitkan masa depan anaknya dan kemungkinannya mendapatkan pendidikan.
Tentara itu memberi orangtuanya Biliki seekor kuda, sekantong beras dan sedikit
uang (Rp60,000). Sebelum berangkat dia memberi tugas menjaga Biliki kepada
seorang anggota Hansip, dan orangtua Biliki takut mengambil Biliki atau minta
dia dikebalikan. Ketika masa tugasnya selesai tentara itu membawa Biliki dari
Ainaro dengan helikopter. Biliki
masih ingat bagaimana dia dan anggota keluarga yang lain berteriak dan
menanggis pada saat dia dimasukkan helikopter. Biliki pada saat itu
kira-kira berumur tujuh tahun.
Rabu, 02 Mei 2012
SG & PAG, Penumpang Gelap RUUK Yogyakarta
oleh George Junus Aditjondro
Wacana perdebatan soal keistimewaan
Yogyakarta terlalu terfokus pada penentuan siapa yang berhak menjadi Gubernur
dan Wakilnya.
Wacana
itu terlalu sempit, sebab yang lebih menentukan watak feodal DIY, adalah
keberadaan jutaan hektar tanah-tanah kerajaan di provinsi ini, yang dikenal dengan sebutan Sultanaat Gronden (SG) dan Pakualamanaat Gronden (PAG).
Aksi-Aksi Massa Para Loyalis Keraton Yogyakarta
Aksi-aksi
massa seperti yang dilakukan
terhadap GJA, 2 Desember lalu, bukanlah
satu-satunya aksi premanisme yang telah terjadi di wilayah DIY tahun-tahun
belakangan ini. Aksi-aksi massa itu umumnya dilakukan terhadap fihak yang
menentang, atau dicurigai menentang kebijakan Keraton.
Cendeliawan sebagai sasaran:
Akhir
tahun 2010, tepatnya tanggal 23 Desember 2010, mantan Rektor UGM, Ichlasul Amal yang menjadi sasaran. Tanggal 23 Desember 2010, rumah Prof. Amal di
jalan Pandeansori I No. 5 di daerah Condongcatur, Depok, Sleman didemo oleh
puluhan warga yang menamakan dirinya Kawulo Ngayogyakarta. Demo itu, menurut M.
Ariesman Hendrosuseno, jurubicara kelompok itu, dilakukan karena mereka tidak
terima ucapan sang Profesor, yang mengecam cara-cara kampanye kelompok
pro-penetapan yang dianggapnya mirip cara-cara mobilisasi massa yang dulu
dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) (Tempo Interaktif, Kamis, 23 Desember 2010).
Petani Sebagai Sasaran:
Kronologi Kriminalisasi Humor di DYI
Prolog:
24 Sept. 2011. Sejumlah mahasiswa Forum Peduli Keadilan
(FPK) mogok makan untuk mendukung perjuangan kaum tani lahan pasir Kulon Progon
melawan tambang pasir milik kongsi 70 : 30 % antara Indomines Ltd dari Australia
dengan PT Jogya Magasa Mining, di mana Gusti Kanjeng Ratu (KGR) Pembayun, putri
sulung Sri Sultan Hamengkubuwono X dan pamannya, GBPH Joyokusumo menjadi
Komisaris, sementara Direktur Utama dipegang oleh BRM Hario Seno dari Puri
Pakualaman (70% + 30%) di depan DPRD DIY.
30 Nov. 2011:
Sejumlah ornop di Yogyakarta, di antaranya CSDS (Center for Social Democratic Studies), HMI (Himpunan Mahasiswa
Islam) Komisariat Universitas Gadjah Mada (UGM), Rukun Tani Indonesia, Sekolah
Politik Bersama, Keistimewaan Demokratis menyelenggarakan seminar dengan topik
“Membedah Status SG [Sultanaat Gronden)
dan PAG (Pakualamanaat Gronden ) dalam
Keistimewaan Yogyakarta” di Auditorium
Fakultas Teknologi Pertanian UGM. Seminar menampilkan tiga pembicara,
yakni Ahmad Nashih Luthfi dari STPN (Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional), M.
Widodo dari Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) dari Kulonprogo, dan George
Junus Aditjondro, dosen Program Studi Ilmu, Religi dan Budaya (IRB) Universitas
Sanata Dharma.
Langganan:
Postingan (Atom)