Papua Storyteller

Loading...

Jumat, 20 April 2012

Media, alat perjuangan


Akses ke media komunikasi adalah isu yang dibicarakan oleh Mahasiswa Katolik Cendrawasi di Sulawesi Utara. Mahasiswa Katolik Cendrawasi merupakan sebuah organisasi mahasiswa Papua. MKC bekerja sama dengan JPIC MSC Indonesia dan LSM lain di tingkat lokal, nasional dan international untuk kaderisasi mahasiswa Papua.

 JUMAT, 6 April 2012, Mahasiswa Katolik Cendrawasi Sulawesi Utara (MKC Sulut) bikin pelatihan jurnalisme dan advokasi media kepada mahasiswa-mahasiswi Papua di Asrama Mahasiswa Papua “Kamasan”, Kota Tomohon – Sulawesi Utara. “Pelatihan ini sebagai bentuk gerakan pemberdayaan dan penguatan ketrampilan jurnalistik dan advokasi untuk mahasiswa Papua yang sedang belajar di beberapa perguruan tinggi di Sulawesi Utara”, tegas Yanuarius Lagoan, Ketua MKC Sulawesi Utara.


Selama sehari, 50 peserta mendengar presentasi materi dari Wensi Fatubun, manager program JPIC MSC Indonesia. Peserta juga dilatih untuk menginstal program-program media dan belajar teknik menggunakannya. 
Ketua IMIPA Cab.Tomohon (Ikatan Mahasiswa  Indonesia Papua), Lince Kossay, memberikan apresiasi atas kegiatan ini. “kegiatan ini sangat positif karena menambah wawasan mahasiswa Papua yang belajar di Sulawesi Utara”, tegasnya.
 
Wensi Fatubun berbicara tentang jurnalisme dan komunikasi, tool-tool media online dan offline, dan bagaimana menggunakan media sebagai alat untuk memperjuangkan keadilan, merawat perdamaian dan melindungi keutuhan ciptaan, serta bagaimana menggunakan media sebagai alat untuk membangun jaringan kerjasama. Ini adalah kesempatan penting bagi para peserta untuk memberdayakan diri, meningkatkan ketrampilan berkominikasi dan membangunan jaringan kerjasama dengan orang lain yang bekerja pada isu yang sama dan untuk merumuskan rencana aksi nyata untuk masa depan.

"Saya sekarang tahu lebih banyak tentang peran media komunikasi dalam kehidupan manusia, khususnya dalam memperjuangkan keadilan dan perdamaian. Media harus dijakan tool untuk memperjuangkan hak untuk menentukan nasib sendiri dan bagaimana kita dapat berbagi informasi untuk melakukan perjuangan bersama," ungkap Maria Logo, peserta pelatihan asal Wamena.

Setelah pelatihan, MKC dan Ikatan Mahasiswa Papua (IMIPA) akan bekerja sama untuk membuat diskusi dan pelatihan dengan metode studi sel di tingkat organisasi kerukunan mahasiswa Papua, seperti Ikatakan Mahasiswa Merauke, Ikatan Mahasiswa Paniai, Ikatan Mahasiswa Sorong dan lain-lain di Sulawesi Utara.*(MKC)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar