Tampilkan postingan dengan label Baca selengkapnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baca selengkapnya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juli 2011

Mengenang Perempuan dan Anak-anak yang telah Dipersembahkan di Altar Kapitalisme: Relevansi Das Kapital bagi gerakan-gerakan kemasyarakatan (Social Movements) di Indonesia

Oleh George Junus Aditjondro

HARI ini, Senin, 18 September 2006, kita berkumpul di Gedung Serba Guna d kampus Unika Parahyangan, Bandung, untuk meluncurkan Buku II dari magnum opus Karl Marx, Das Kapital. Buku II ini telah selesai diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Oey Hay Djoen dan diterbitkan oleh penerbit Hasta Mitra, penerbit buku-buku Pramudya Ananta Toer di Jakarta. Kita ingin melakukan refleksi, apa relevansi (kepenadan) sebuah buku, yang pertama kali diterbitkan dalam bahasa Jerman di tahun 1885, dua tahun setelah meninggalnya salah seorang pelopor gerakan Kiri, bagi kita, yang hidup di Indonesia, lebih dari seabad kemudian.

Advokasi Media untuk Membongkar Kebisuan

Tulisan ini mencakup strategi advokasi dengan menggunakan media mainstream atau social media dengan efektif dalam  kampanye untuk membongkar kebisuan. Ini berarti  kita dituntut untuk mengidentifikasi  orang-orang  yang  memiliki  kekuatan untuk  mempengaruhi isu kampanye dan berkomunikasi dengan mereka secara efektif, serta melihat strategi untuk distribusi materi kampanye dan mengevaluasi dampak kampanye kita.

Selasa, 05 Juli 2011

Sepi Maria tanpa sang Prada: Kisah Kisah tentang kekerasan seksual prajurit TNI di Papua Barat

AGUSTUS 2009, selama dua minggu saya tinggal di Kampung Bupul. Kampung Bupul merupakan wilayah administrasi dari Distrik Elikobel, Kabupatem Merauke, Papua, yang terletak di kawasan perbatasan Papua, Republik Indonesia dan Negara Papua New Guinea. Karena posisinya itu, kampung Bupul masuk dalam kategori kampung perbatasan dan membutuhkan pengamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada tahun 1983, Pos TNI-AD dibangun untuk pertama kali oleh personil Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad),
satuan tugas teritorial (satgaster) Raider Yonif 751/BS (Siliwangi) di samping Pastoran Katolik. Jumlah personil satgaster yang bertugas saat ini sebanyak sepuluh personil orang. Karena pertimbangan keamanan, Pos TNI-AD berpindah tempat beberapa kali. Sejak tahun 2007 hingga kini, Pos TNI-AD dibangun oleh 22 (dua puluh dua) personil Kostrad  TNI-AD Yonif 320/Badak Putih, di pinggir kali Maro, _an diberi nama Pos Kali Maro.