Oleh George Junus Aditjondro
Tampilkan postingan dengan label Baca selengkapnya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Baca selengkapnya. Tampilkan semua postingan
Kamis, 07 Juli 2011
Mengenang Perempuan dan Anak-anak yang telah Dipersembahkan di Altar Kapitalisme: Relevansi Das Kapital bagi gerakan-gerakan kemasyarakatan (Social Movements) di Indonesia
Advokasi Media untuk Membongkar Kebisuan
Tulisan ini mencakup strategi advokasi dengan menggunakan media mainstream atau social media dengan efektif dalam kampanye untuk membongkar kebisuan. Ini berarti kita dituntut untuk mengidentifikasi orang-orang yang memiliki kekuatan untuk mempengaruhi isu kampanye dan berkomunikasi dengan mereka secara efektif, serta melihat strategi untuk distribusi materi kampanye dan mengevaluasi dampak kampanye kita.
Selasa, 05 Juli 2011
Sepi Maria tanpa sang Prada: Kisah Kisah tentang kekerasan seksual prajurit TNI di Papua Barat
AGUSTUS 2009, selama dua minggu saya tinggal di Kampung Bupul. Kampung Bupul merupakan wilayah administrasi dari Distrik Elikobel, Kabupatem Merauke, Papua, yang terletak di kawasan perbatasan Papua, Republik Indonesia dan Negara Papua New Guinea. Karena posisinya itu, kampung Bupul masuk dalam kategori kampung perbatasan dan membutuhkan pengamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada tahun 1983, Pos TNI-AD dibangun untuk pertama kali oleh personil Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad),
satuan tugas teritorial (satgaster) Raider Yonif 751/BS (Siliwangi) di samping Pastoran Katolik. Jumlah personil satgaster yang bertugas saat ini sebanyak sepuluh personil orang. Karena pertimbangan keamanan, Pos TNI-AD berpindah tempat beberapa kali. Sejak tahun 2007 hingga kini, Pos TNI-AD dibangun oleh 22 (dua puluh dua) personil Kostrad TNI-AD Yonif 320/Badak Putih, di pinggir kali Maro, _an diberi nama Pos Kali Maro.
satuan tugas teritorial (satgaster) Raider Yonif 751/BS (Siliwangi) di samping Pastoran Katolik. Jumlah personil satgaster yang bertugas saat ini sebanyak sepuluh personil orang. Karena pertimbangan keamanan, Pos TNI-AD berpindah tempat beberapa kali. Sejak tahun 2007 hingga kini, Pos TNI-AD dibangun oleh 22 (dua puluh dua) personil Kostrad TNI-AD Yonif 320/Badak Putih, di pinggir kali Maro, _an diberi nama Pos Kali Maro.
Langganan:
Postingan (Atom)

